PERHATIAN: Semua tulisan di laman / blog ini adalah hasil mengambil (copy) dari sumber-sumber yang layak dipertanggung jawabkan, baik media online maupun cetak, dengan harapan bisa digunakan untuk referensi dan tambahan ilmu yang bermanfaat. Terima kasih & harap maklum.

Senin, 04 Januari 2010

Kenanga

(Cananga odorata (Lmk.) Hook. F. & Thoms)
Nama lain: Selanga, Kananga Wangi, Sandal
Suku: Annonaceae

Latar Belakang
Kenanga merupakan salah satu bunga yang erat kaitanya dengan tradisi serta dipergunakan sebagai salah satu penyusun bunga tabur pada saat pemakaman ataupun ziarah ke kuburan para leluhur /nenek moyang. Dalam tradisi ini bunga kenanga mempunyai makna sakral yang mengharapkan agar doa para peziarah ke leluhurnya dapat dikabulkan. 

Sehubungan dengan itu, Pemerintah Daerah Sumatera Utara menetapkan Kenanga untuk Identitas Flora di daerahnya. Selain bunganya yang menghasilkan minyak kenanga dan dikenal sebagai minyak 'Ylang-ylang' untuk industri kosmetik, manfaat lain untuk aroma terapi yang efektif untuk melenyapkan bau badan yang sangat mengganggu.

Pertelaan
Kenanga ada dua macam : (1) Berbentuk pohon dengan tinggi 10 - 40 m. Bunga menggantung dalam rangkaian 1 - 3 buah. Mcnghasilkan bunga yang bermahkota lebar dan berbau wangi, akan tetapi bunganya mudah gugur. (2) Berbentuk perdu dengan tinggi 2 - 3 m, yaitu var. fruticosa (Craib) Sincl. Berbunga sepanjang tahun. Bunga kurang menarik tetapi mahkotanya tidak mudah gugur. Tidak pernah membentuk buah.

Ekologi
Tanaman Kenanga tersebar dari Burma sampai Australia bagian Utara. Kenanga dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai 1200 m dpl., menghendaki iklim panas dengan curah hujan antara 300 - 500 mm sinar matahari yang cukup dengan suhu 25 - 30 °C.

Musim Berbunga
Tanaman Kenanga berbunga sepanjang tahun dan dapat dipanen setelah berumur 1,5 - 2 tahun.
***
Sumber: Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Nasional, KLH RI (http://bk.menlh.go.id)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar